Cerita Pagi Kemarin

Jantung kota Makassar, bagiku hanya ada di kampus hijau, kampus nomor 1 di Sulawesi Selatan dan tempat aku menghirup udara dalam-dalam karena kesejukan yang ditawarkannya sudah jarang kutemui. Universitas Hasanuddin. Hal yang paling aku sesali hingga kini, adalah aku memang tidak pernah mengikuti SMBPTN, aku memang tidak mendaftar di Unhas, karena selepas lulus SMA aku hanya ingin cepat - cepat punya kerja, tapi Allah nampaknya ingin aku tetap kuliah, dan satu-satunya kampus yang masih terbuka hanya almamaterku saat ini, akh sudahlah kapan -kapan diceritain y, tapi sempat kenal sama anak fakultas Ekonomi Unhas, tapi sekarang aku tidak tahu dia dimana, hilang seperti serotonin yang menguap jika tidak dijaga, padahal aku banyak belajar dari dia :)

Kemarin sih pas jogging dipintu 1, udah disambut sekumpulan aparat pengamanan, Brimob dan kepolisian. Hmm aku lupa kalau tanggal 10 September itu Dies Natalis Unhas ke 60. Dimana orang no. 1 Kota Makassar bakal hadir, sosok yang sangat berpengaruh dalam bidang memajukan perekonomian kota Makassar, sosok yang sangat mencintai ibunya,Bapak Jusuf Kalla. 

Awalnya pengen jogging hingga ke pintu 2 Unhas, tapi aku urungkan niatku, kendaraan yang lalu lalang dan padat membuatku berbelok ke halaman mesjid Unhas. Udaranya sejuk sekali, meski udah jam 08:00 pagi, karena keringat udah mulai bercucuran, aku memutuskan berjalan - jalan dihalaman mesjid, nampak seorang laki-laki berperawakan sedang dengan janggut yang panjang kira-kira 5cm sedang menyapu daun - daun kering dan memungut sampah. Aku memang bukan alumni Unhas, bukan juga remas (remaja mesjid) Unhas, tapi udara yang sudah aku hirup dikampus ini membuatku ingin melakukan sesuatu yang sedikit berguna. Aku beranikan diri menegur lelaki yang tengah mengumpulkan daun kering tersebut,

ada sapu ta?
(dengan sedikit sok akrab dengan dialeg khas Makassar tanpa basa basi aku mengajukan pertanyaan tersebut)

Lelaki yang masih menunduk memungut sampah itu mendongak dengan wajah sangat heran, meski dia akhirnya mau juga memberi sapu yang ada digenggamannya.

Nanti simpan disini aja y!
(sambil menunjuk tempat wudhu yang tidak jauh dari tempatku berdiri)

Ok, terima kasih sahutku yang merasa sangat senang diberi kesempatan melakukan kebaikan pagi-pagi :)



Mulailah aku membersihkan halaman mesjid dengan diteduhi pohon mangga yang daun-daunnya sudah mulai banyak yang kering. Bunyi burung-burung disekitarku dan sinar matahari pagi membuat apa yang kulakukan pagi ini seperti bagian dari olahraga, and i'm happy to do it :)




*sampai kerjaan selesai, aku menyimpan sapu ditempat yang tadi ditunjukkan oleh pengurus mesjid yang namanya saja aku tidak tahu. Tapi kalau ke Unhas lagi menemukan orang tersebut tidaklah sulit sepertinya :)

Sakuku, si dompet elektronik dari BCA

Mengenal seorang mba Mugniar Marakarna membuka peluang serta memberi motivasi saya untuk menulis, memberikan informasi lewat tulisan kepada semua orang lewat sebuah ruang kalimat, kata, tanda baca, cerita yaitu blog. Seperti acara yang sangat bergengsi “Ngobrol Bareng Blogger” yang diadakan disalah satu kafe di Jl. Hasanuddin Makassar, Bistropolis, yang menggandeng salah satu bank ternama di Indonesia BCA adalah hasilinformasi yang diberikan oleh bunda Niar (sapaan akrab ku padanya).
Memasuki area kafe bistropolis, di depan telah berdiri meja registrasi dengan seorang perempuan cantik, seperti memasuki sebuah bank, jadi konsepnya sudah dapat lho BCA. Keren!
Di meja registrasi tersedia laptop yang telah terisi hingga kolom keempat.Belum mengetik namaku di kolom kelima, mba yang memakai baju putih bis biru khas BCA langsung menohokku denga npertanyaan, mba tamunya BCA y? Aku yang masih bingung setelah sempat kena macet karena pulangnya jam kantor langsung kebistropolis. Aku langsung ingat di undangan yang dikirim oleh blog perempuan.com kalau BCA jadi sponsor tunggal. Aku hanya mengangguk dan mencari tempat paling strategi suntuk menikmati acara yang sudah lama kutunggu ini.
Setelah MC yang cukup kocak dan seru membuka acara Ngobrol Bareng Blogger Makassar. Dimulailah sesi pertama dengan pematerinya yang masih sangat muda, Al Habsyi yang akrab dipanggil Haci.Saat ini Haci masih duduk di bangku kuliah semester III Sastra dan bergabung dengan komunitas instagram dan jadilah dia yang sekarang, Selebgram Indonesia.Untuk dunia kepenulisan tidak perlu ditanya lagi karena Haci adalah seorang jurnalis di harian Fajar diusia yang masih sangat muda. Mengapa memilih jurnalis?Hidup aku lebih bermakna dan memiliki banyak pengalaman ungkap Haci dengan style seperti remaja pada umumnya, jeans berpadu kemeja kotak-kotak namun memiliki bakat yang tidak umum. Cara Haci sharing tentang dunianya menggambarkan pengalamannya yang tidak sebaya dengan usianya. Bahkan pendapatan yang sudah dikantonginya bahkan mungkin jauh lebih besar. Dua alasan mengapa ia memilih profesi jurnalis, pertama karena alasan ringan, dan yang kedua alasan serius. Nah, kalau alasan ringan, traveling, dan bertemu dengan orang – orang penting. Untuk alasan serius, Haci mengutarakan kalau menjadi jurnalis itu adalah pekerjaan yang menyenangkan, seperti hobi yang berbayar. Selain itu jurnalis menjadikannya pribadi yang lebih tangguh.
Memang ya mengulik dunia jurnalistik itu gak ada batasnya, seperti membuka satu pintu yang menghubungkan dengan pintu – pintu yang lain, seperti yang Haci katakan hidup aku lebih bermakna dengan menjadi seorang jurnalis.
Menyinggung profesi Haci sebagai selebgram, tanpa ragu Haci membongkar rahasianya baik itu dalam teknik pengambilan gambar atau teknik mengunggah foto beserta caption yang dapat menarik followers di Instagram.Ternyata ada 3 point yang perlu kamu perhatikan dalam pengambilan gambar, yang pertama komposisi, pencahayaan, dan angle.Sedangkan dalam teknik mengunggah foto di instagram, Haci memberikan tips dengan memberi 3 waktu yang tepat untuk mengunggah foto agar dapat menarik like dan komentar serta tentunya followers untuk akun IG kamu. Waktu yang baik tersebut adalah jam 10 pagi, 5 sore, dan 10 malam.
Masuk ke session kedua dimana BCA meluncurkan produk terbarunya yaitu Sakuku. Produk yang sangat pas banget untuk kawula muda, dimana hanya dengan mendownload aplikasinya di smartphone kamu, kamu sudah memiliki dompet elektronik, yang bisa kamu bawa kemanapun dan bisa kamu gunakan untuk bayar belanja, isipulsa, dan transaksi perbankan lainnya, dan tentunya lebih aman. Gak cuma itu, Sakuku bisa memfasilitasi kamu lho buat hangout di tempat- tempat keren, bahkan kamu juga bisa patungan buat bayar tagihan dengan menggunakan fitur split bill. Wah, kurang keren apalagi ya BCA?
Untuk info produk Sakuku lebih lanjut, kamu bisa cek aja di websitenya karena di situ udah ada penjelasan lengkap plus videonya juga. http://www.bca.co.id/id/Individu/Produk/E-Banking/Sakuku
So, Sakuku dari BCA, membuat semua jadi serba mudah bukan? :)

BCA Sakuku
Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut