Filosofi Kopi 2 versi Kacamataku

Siang itu, kak ana teman kantor ngajakin ke trans mall, sebenarnya rada malas sih, soalnya gak punya tujuan tertentu ngemall siang-siang pula. Tapi demi melihat rengekan kak ana, aku pun ikut menemani. Taxi online kami mulai memasuki kawasan Trans Mall, tapi mataku tertuju pada baliho yang berada disisi kiri jalan, Nonton bareng Gala Premiere Filosofi Kopi 2, beserta casting filmnya. Wow, harus nonton nih.
pas nyampe kantor, aq bingung sendiri, kenapa? aq bingung nontonnya sama siapa y? mulailah aq membuka kontak what's up ku, menjapri gengs yang memang teman jokka ( baca : jalan-jalan).
u know what? tiga penolakan sekaligus dalam sehari aq dapetin hanya karena mengajak mereka nonton bareng Film Indonesia. and u know what? aq orangnya paling gak suka penolakan. Kalau qm masih bisa komunikasi sama aq setelah penolakan itu, berarti qm beruntung! (ngomong sama siapa y?hehe) 



Mungkin aq tidak akan bercerita banyak tentang Filosofi Kopi 2, kalian tinggal mengetik kata kunci Filosofi Kopi 2 di sistem pencarian google atau baca blog dari blogger Makassar, maka kalian sudah bisa membayangkan seperti apa film yang dibintangi oleh Chicko Jericko ( Ben), Rio Dewanto ( Jod), serta pemanis film ini yang sekaligus membuat cerita Filosofi Kopi 2 lebih berwarna, bukankah cerita cinta selalu sukses mengisi kekosongan sebuah cerita?, namun konflik dalam film besutan Angga Dimas Sasongko Jenny Jusuf, penulis skenario, M. Irfan Ramli yang ikut meracik film sekuel ini. dan penulis buku Filosofi Kopi mba Dewi “Dee” Lestari yang menjadi konsultan kreatif cerita untuk film ini. Romantisme terasa kental dengan munculnya dua sosok yang mampu membuat alur cerita Filosofi Kopi 2 ini semakin manis, LunaMaya yang memerankan Tara, fans Filosofi Kopi yang saking fansnya rela menginvestasikan uang hasil jerih payahnya bekerja selama 5 tahun agar Filosofi Kopi bisa kembali lagi. 

Oh, masih ada? Aq kira tinggal legenda (salah satu dialog ketika Jod menawarkan kartu namanya ke Tara)



Nadine Alexandria atau yang akrab disapa Brie, juga tak kalah manisnya di Filosofi Kopi 2, cewek barista yang sebenarnya lebih ngefans sama Fiosofi Kopi sehingga rela meninggalkan tempat dia bekerja sebelumnya dan harus menghadapi sikap bos seperti Ben, yang suka menampakkan ketidaksukaannya kepada Brie, walaupun begitu Brie tetap bertahan di Filosofi Kopi, karena apa?


Yang penasaran, beli tiketnya langsung, kalau emang kamu ngaku Aku Garuda, yang Cinta Indonesia. Karena apa? Satu tiket yang kamu beli artinya kamu udah nyumbang 1 butir benih kopi untuk petani Indonesia.

Berbicara kembali soal penolakan (masih aja dibahas hehe), jujur ya, aq heran sama teman – teman aq dan mereka yang mengatakan “akh film Indonesia”, nanti juga bakal tayang di Tv. Mungkin teman – teman pernah mengalami hal yang sama dengan saya. Atau semoga tidak, karena sebagai orang Indonesia, yang Cinta Indonesia, jujur saya sedih. Coba kalian tanya sama diri kalian sendiri, kalau bukan kita ( orang Indonesia) yang mendukung film Indonesia, apa harus nunggu bioskop dipenuhi lagi dengan orang-orang Non Indonesia? Karena justru pihak asing yang lebih menghargai dan mencintai Indonesia. Kenapa saya bilang begitu? Kalian bisa check di google, angklung justru dipelajari oleh orang asing, batik salah satu identitas Indonesia juga hampir jadi milik asing. Kalau musik adalah bahasa universal, buatku film Indonesia adalah identitas Indonesia yang hanya ditonton oleh orang – orang yang tahu cara menghargai bumi tempat dia berpijak (semakin dalam bukan?hehe)

Filosofi Kopi 2, film yang menonjolkan kopi dari sisi kehidupan kita sehari - hari, seperti....

1. Keluarga
Hubungan emosional antara Ben dan ayahnya sangat terasa di Filosofi Kopi 2, bagaimana Ben kehilangan ayahnya ditengah perjuangan mengembangkan mimpinya yang akan ia persembahkan untuk ayahnya yang juga ternyata telah menyiapkan kebun kopi untuk anak semata wayangnya.

2.      2. Persahabatan

    Bagi yang sudah nonton Filosofi Kopi 1 pasti sudah pada tahu gimana persahabatan Ben  Jod yang udah lebih dari saudara. Ketika  persahabatan diuji, cuman satu yang benar – benar bisa membuatnya hampir berantakan, cinta, justru disaat Ben yang baru saja kehilangan ayahnya, disaat dia benar – benar butuh support dari orang yang katanya menganggapnya sebagai sahabat bahkan saudara, malah menemani Tara ke Makassar, Toraja. Saya justru kenal 1 tempat di Toraja justru dari filosofi kopi 2, gimana? Masih mau di-spoiler-in terus? Nonton dunk 

3.   3.. Cinta.
     Tahu gak katanya cinta seperti angin, kamu tidak bisa melihatnya tapi kamu bisa merasakannya. Apa yang Brie lakukan di Filosofi Kopi, bertahan meski sering dijutekin Ben, apa yang dilakukan Jod, saat konsistensinya sebagai sahabat diuji, malah nemenin Tara, apalagi alasannya kalau bukan Cinta 
4
     Filosofi Kopi seperti namanya, filosofi kopi dipenuhi dengan kata – kata indah, yang sempat aq rekam dikepalaku itu pesan Ben, Kopi bukan untuk diminum, tapi dinikmati. Di Filkop 2 ini, juga ditampilkan salah satu warung kopi yang pertama kali aq kenal lewat MIWF kemarin dirotterdam, entah kenapa, buku dan kopi adalah hal yang juga selalu berbarengan. Warkop Ujung, salah satu adegan Jod dan Tara disajikan di warung Kopi yang berada di jalan Sulawesi Makassar (dan saya pengen sekali kesana, meski sampai saat ini belum terwujud. Sempat ngajak seseorang kesana,  yang katanya suka banget sama kopi, bahkan dia fikir kopi ujung itu hanya ada dalam film) Nah ngaku pecinta kopi? Nyumbang  biji Kopi dunk untuk petani Indonesia, mudah koq, nonton aja Filosofi Kopi 2.
   Kayaknya bukan hal yang baru kalau membahas keindahan Indonesia. Toraja, salah satu tujuan pariwisata di Indonesia, ditampakkan di film ini ( tapi sayang menurut aq belum terlalu diekspose, negeri di atas awan tidak dimunculkan dalam film ini, apa karena momentnya gak dapat atau gimana? Padahal kalau kamu ke Toraja kamu wajib ke Lolai, negeri di atas awan, masya Allah indah banget. Dan memang Toraja juga dikenal dengan kopinya. 

Untuk pecinta kopi dan yang baru akan menikmati kopi, dan ngaku orang Indonesia, segera ke bioskop di Kota kamu, tanggal 13 Juli 2017 untuk menyaksikan keindahan Indonesia dari mata pencinta dan penikmat kopi.
Jadi, kapan kita Ngopi bareng?

Bulan Terbelah di Langit Amerika

Bismillahirrahmanirrahiim



Tiada kata selain Allah Maha Besar. Buku yang dituliskan oleh pasangan pilihan Hanum Salsabila Rais dan Rangga Almahendra berhasil membuatku jatuh cinta sekali lagi dengan Islam. Setelah dibuat termangu dengan 99 Cahaya di Benua Eropa. Kini mataku dibuat tidak bergeming dengan buku bersampul biru dengan gambar bulan terbelah diatas gedung - gedung dan patung kebanggaan Amerika. Patung liberty. berdiri paling ujung menandakan kemegahan Amerika dan sejarah didalamnya. Berbicara tentang sejarah, dari buku ini juga akhirnya saya tahu kalau penemu benua Amerika bukan Christopher Colombus melainkan suku bangsa asli Amerika, Mengeloun. Tidak sampai disitu, Hanum yang diberi tugas oleh Bosnya untuk membuat artikel Would world be better than Islam? menjadi seperti mendapat kompas dari Allah untuk menguak sebuah kisah yang tersimpan selama 8 tahun dihati keluarga korban WTC 9/11. 

Banyak makna yang bisa dipetik dinovel ini, bagaimana menjelaskan kepada dunia, bahwa Islam adalah rahmat bagi semesta, tentang bagaimana menjadi agen muslim yang baik ditengah mayoritas di negara adidaya. Buat kamu yang ingin mengenal Islam dari sudut pandang keluarga dari mereka yang menjadi korban tragedi WTC, dan bagaimana menjadi agen muslim yang sebenarnya.

kamu tahu tingkatan tertinggi dari keimanan?

kebaikan dan kebaikan :)

Alhamdulillah sewaktu mba Hanum dan mas Rangga ke Makassar sekaligus premiere plus nobar film"Bulan Terbelah Di Langit Amerika. Dapat deh foto bareng mba Hanum, sewaktu nyalamin tangannya, aq ngebatin "semoga suatu saat aq juga bisa seperti mba Hanum Salsabila Rais, yang mendapat suami sebaik mas Rangga Almahendra" yang selalu mendukung mimpi - mimpi istrinya. Menjadi partner in crime yang sevisi dan semisi dalam membangun rumah tangga samawa.





Buat kamu yang ingin tahu seperti apa kisah sebenarnya dibalik tragedi WTC 9/11, dan bagaimana menjadi agen muslim yang baik, segera dapatkan novel keren karya Hanum Salsabila Rais :)


Cara Einstein Membuktikan Adanya Tuhan

Di dalam kelas sebuah lembaga pendidikan tinggi terkenal, profesor mengemukakan sebuah soal yang menantang ke para siswa, "Apakah segala sesuatu yang ada di dunia itu diciptakan oleh Tuhan?"








Seorang mahasiswa dengan gagah berani menjawab, "Ya, semua itu adalah ciptaan-Nya."

Sang Profesor kemudian bertanya lagi, "Benarkah Tuhan menciptakan segalanya ?"

Mahaiswa itu segera menjawab, "Ya, tentu saja, segalanya Dia yang menciptakanya.

Profesor bertanya lagi, "Jika memang Tuhan yang menciptakan segalanya, berarti Tuhan juga menciptakan kejahatan. Karena kejahatan itu ada, maka menurut ekstrinsik bahwa untuk mencerminkan prinsip isi hati seseorang, kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu jahat."

Mendengar itu, sang mahasiswa terdiam seribu bahasa, tidak menjawab pernyataan hipotetis sang professor.

Sang profesor dengan bangganya dan sambil dengan sombongnya berkata kepada mahasiswa, bahwa ia sekali lagi membuktikan bahwasannya keyakinan tentang Tuhan hanya sebuah mitos.

Seorang mahasiswa lain mengacungkan tangannya dan bertanya, "Profesor, bolehkan saya mengajukan pertanyaan kepada Anda?"

Profesor menjawab, "Tentu saja boleh."

Mahasiswa itu berdiri dan berkata, "Profesor, apakah dingin itu ada?"

Profesor menjawab, "Pertanyaan apa itu? Tentu saja ada. Apakah kamu tidak pernah merasa dingin?

Mahasiswa lainnya tertawa cekikikan mendengar pertanyaan pemuda itu.
Einstein

Si pemuda menjawab, "Profesor, sebenarnya dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, mengapa kita merasa dingin, karena tidak adanya energi panas. Setiap manusia atau suatu benda dapat mengukur terhadap kondisi penerimaan atau pengiriman energi, dan panas adalah sesuatu yang membuat tubuh kita atau suatu benda mendapatkan atau mengirim energi. Saat titik nol absolut (minus 273 derajat Celsius) sama sekali tidak ada energi panas. Pada titik suhu demikian, segala benda atau partikel dalam keadaan statis, tidak akan bereaksi apapun. Karena itu, sebenarnya dingin itu tidak ada, kita menciptakan kosa kata ini adalah untuk menggambarkan perasaan tanpa energi."

Mahasiswa itu kemudian bertanya lagi, "Profesor, apakah gelap itu ada?"

Profesor menjawab, "Tentu saja ada.

Namun, balasan sang mahasiswa sungguh mengejutkan, "Anda salah lagi, profesor, kegelapan juga tidak ada. Sebenarnya gelap itu karena kurangnya cahaya, kita bisa mempelajari cahaya, tapi tidak bisa meneliti gelap.

Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memisahkan cahaya putih menjadi cahaya multi warna, dan mempelajari panjang gelombang setiap cahaya. Tapi kita tidak bisa mengukur kegelapan, sebab selama ada seberkas cahaya sudah bisa menerobos dan menerangi sebuah dunia yang gelap, jadi bagaimana kita bisa tahu seberapa gelap suatu ruangan? Kita hanya bisa mengukur intensitas cahaya, bukankah begitu, Prof?"

Kegelapan adalah kosa kata yang digambarkan manusia ketika tidak ada cahaya.

Terakhir sang mahasiswa itu bertanya lagi, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?

Kali ini, jawaban sang professor tidak begitu pasti, ia berkata, "Tentu saja. Sebagaimana yang saya katakan sebelumnya, kita setiap hari bisa menyaksikan kejahatan. Setiap hari selalu ada kasus tentang perilaku manusia yang tidak manusiawi terhadap sesamanya. Ia eksis dalam berbagai kekerasan dan kejahatan di setiap sudut di dunia, jika semua ini bukan kejahatan lalu apa?"

Mahasiswa itu menjawab, "Kejahatan tidak ada, profesor, setidaknya bisa dikatakan bahwa kejahatan itu sendiri tidak ada. Adanya kejahatan, karena tidak ada Tuhan di dalam hati, sama seperti gelap dan dingin, kejahatan adalah sebuah kosa kata yang diciptakan manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan dalam situasi tersebut. Jadi Tuhan tidak menciptakan kejahatan, itu adalah hasil pikiran manusia karena kurangnya kasih dari Sang Pencipta, seperti dingin yang yang bersumber dari ketiadaan energi panas, dan kegelapan yang bersumber dari ketiadan cahaya."

Mendengar penjelasan itu, sang Profesor lalu duduk dan bertanya, "Anak muda, siapa kau sebenarnya?

Mahasiswa itu menjawab, "Professor, nama saya Albert Einstein." 

Apa Kabar Rasa?


Pantai di Pare - Pare, Sulawesi Selatan
tak perlu menoleh jika hanya sejenak
tak perlu mengiba jika hanya sehari

rasa, seperti senyawa yang mampu membuatku merindu
namun rasa sengaja membuatku berbohong
rasa, apakah masih sama seperti pertama merasakan rasa itu?
namun rasa memaksaku jujur

Apa kabar rasa?
masihkah kau merasa
rasakah yang kurasa?



Assalamu'alaikum Beijing



Hujan diluar membuat liburan lebaran kali ini seakan diperuntukkan untuk berdiam dirumah, karena saat terbaik ketika hujan turun adalah berada didalam rumah. Moment lebaran kali ini, benar – benar aq habiskan dirumah, bersama mama dan adikku. Semenjak Bapak tidak bersama kami lagi sejak 14 tahun lalu, setiap itu pula, moment lebaran selalu saja kurang lengkap. Hanya do’a yang bisa kami berikan untuknya.

Nah, tadi pas lagi nonton bareng mama, moment yang jarang banget nih, soalnya aq jarang pulang kampung semenjak kerja di Makassar. Kebetulan yang lagi tayang di TV itu Assalamualaikum Beijing, film yang diangkat dari cerita novel karya Asma Nadia. Pas tekan remote di nomor 7, adegan yang muncul itu pada saat dewa sedang merajuk kepada asma, yang lucu itu pada saat Dewa menyebut nama Anita, ya ya ya itu kan namaq hehe, tapi sayang difilm ini, Anita dapat peran antagonis (yaelah malah bahas namaku hehe). Yang lebih lucu lagi pada saat nama pemeran utama film ini disebut, Asma. Spontan mamaq bilang, itukan namaku, hehe. Yang jelas nama Bapak gak ada disini, karena pemeran Assalamualaikum Beijing itu, Asma, Dewa, Zhong Wen, Sekar, Ahmad. 




Ada beberapa scene yang aq suka di film ini, moment pada saat Asma yang dibintangi oleh Revalina S. Temat, cewek muslimah berhijab yang juga seorang jurnalis, dimana, ketika dia dapat tugas meliput di Beijing, tanpa ditemani Sekar, rekan kerja sekaligus sahabatnya dari Indoensia, mencoba jalan sendiri. Karena keasyikan ngambil gambar, Asmara merasa bus sudah terlalu jauh, dia takut nyasar. Setengah panik dia menelepon Sekar, tapi mungkin karena Sekar gak dengar, telepon asma gak diangkat. Akhirnya Asma bertanya kepada ibu-ibu yang duduk tidak jauh dari tempat duduknya, tapi ibu itu tidak mengerti bahasa Inggris, bingung deh. Tapi tiba-tiba cowok dibelakang asma, membantu memberikan jawaban tujuan asma. Namanya Zhong Wen

perkenalan pertama



Ceritakan padaku tentang legenda Ashima
Maaf aq harus turun dulu, suatu saat aq akan membacakannya untukmu

Cowok yang baru kamu kenal, bisa seyakin itu? Mungkin itu hanya ada dalam film y?hehe


Scene selanjutnya yang aq suka adalah ketika Zhong Wen meminta restu kepada ibunya Asma

Bu, saya ingin menikahi Asma
Asma adalah perantara hidayah Allah kepada saya, dan Cahaya Allah diturunkan melalui Asma, izinkan saya menjadi suaminya agar dapat menjadi cahaya baginya kejalan yang diridhoi Allah.
Cowok yang udah tahu qm sakit, datang jauh-jauh dari Beijing, dan meminta kamu secara baik – baik seperti Zhong Wen, apa gak bikin melted tuh?hehe


Sebenarnya masih banyak adegan dalam film ini ang bisa aq tuangkan disini, tapi hanya scene itu yang aq ingat, dan yang paling keren itu saat Sekar meyakinkan Asma untuk menerima lamaran Zhong Wen. Asma yang sakit, dan tiba – tiba tidak bisa ngomong, tidak ingin menyusahkan Zhong Wen, ketika nantinya sudah menikah, namun dengan penuh cinta dan keyakinan, dia berkata
Tak perlu fisik yang sempurna untuk mendapatkan kisah cinta ang sempurna
Wahhhh, aq sampai nangis lho diadegan ini, bukan aq yang maen film tapi aq yang sbuk nangis. Aneh? Hmm wajar mungkin y...



10 Tahun Prudential sekaligus Peluncuran PRUprimehealtcare syariah di Kota Anging Mammiri

Asuransi sudah menjadi salah satu kebutuhan yang harus dimiliki oleh setiap orang yang ingin tetap terproteksi dan sadar akan pentingnya perlindungan finansial serta yang paling utama perlindungan terhadap keselamatan diri dengan ditangani oleh dokter ahli tanpa khawatir akan biaya yang dikeluarkan. Ditengah kondisi kebutuhan tersebut sudah saatnya konsumen memilih sistem perlindungan yang telah terpercaya dalam menjawab kebutuhan customer utamanya dalam menggunakan jasa asuransi. Bisa dibilang aq dikasih kesempatan untuk kenal dekat lagi dengan prudential.

Setelah kak Abby informasiin kalau prudential ngundang 10 blogger untuk buka puasa bersama di Hotel Four Point by Sheraton di jalan Landak Baru yang kebetulan lokasinya juga gak begitu jauh dari kantorku di jalan Dr. Sam Ratulangi jadi langsung aq iyain, karena Prudential udah bukan nama yang asing bagiku. Sebenarnya manager aq pernah nawarin untuk gabung diPrudential, tapi waktu itu aq masih ragu karena aq fikir aq pengen banget punya asuransi yang berbasis syariah dan terpercaya. Nah, undangan ini serasa menjawab keraguanq, mungkin juga sebagai salah satu berkah ramadhan kali y, apalagi ini bukan undangan biasa karena acara ini sekaligus memperingati 10 tahun Prudential Syariah sekaligus Peluncuran PRUprime healthcare syariah yang juga dirangkaikan dengan buka puasa bersama. 



Setelah sesi opening oleh MC, dilanjutkan dengan pemaparan oleh bapak Widyananto Supanto, selaku Vice President - Corporate Communications PT Prudential Life Assurance, dimana prudential syariah yang telah berpengalaman sejak 10 tahun dalam memberikan pelayanan terbaik khusus dirancang bagi mereka yang menganut prinsip universal syariah. Sebagai perusahaan nomor satu di industri, Prudential berada di posisi yang baik untuk terus memimpin pertumbuhan industri Asuransi jiwa syariah, pokoknya nyaman dan harus pakai prudential deh :) 

Nah, masuk deh ke acara inti, yaitu peluncuran produk baru dari asuransi prudential syariah, PRUprime healthcare syariah, dengan keunggulan produk yang merupakan produk Asuransi jiwa rawat inap berbasis syariah yang komprehensif dengan manfaat yang berkembang dan jangkauan global. Bapak Widyananto Supanto juga menambahkan, beberapa manfaat yang didapatkan oleh nasabah sesuai dengan komitmen prudential untuk mendengarkan dan memahami kebutuhan masyarakat Indonesia dengan menyediakan perlindungan terbaik, berikut manfaatnya : 
  1. PRUprime healthcare syariah merupakan solusi perlindungan komprehensif bagi keluarga Indonesia yang menanggung biaya rawat inap sesuai tagihan, sehingga memberikan mereka ketenangan pikiran.
  2. PRUprime healthcare syariah juga memiliki jangkauan global (di Amerika Serikat hanya perawatan gawat darurat), termasuk perawatan dengan pembayaran secara cashless di Indonesia, Singapura dan Malaysia.
  3. Produk ini juga menawarkan manfaat yang terus berkembang, dimana Prudential Indonesia akan memberikan penambahan sebesar 10% (hingga maksimum 50%) dari batas manfaat tahunan awal jika tidak ada klaim yang dilakukan selama satu tahun polis berjalan. 
  4. Terdapat juga PRUprime limit booster, yaitu sejumlah dana tambahan yang dapat digunakan apabila seluruh batas manfaat tahunan telah dipakai. Dana tambahan bisa mencapai Rp 35 miliar, tergantung plan yang dipilih. 
  5. Hanya Prudential Indonesia yang menawarkan keunggulan – keunggulan Prudential dengan visi menjunjung tinggi nilai – nilai universal syariah, yang termasuk didalamnya prinsip gotong royong, berbagi risiko dan manfaat untuk semua orang dan sesuai kebutuhan keluarga Indonesia.
Mengenal Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia)
Asuransi Prudential Indonesia merupakan penyedia jasa asuransi jiwa terdepan di Indonesia dan merupakan bagian dari Prudential plc, sebuah grup perusahaan jasa keuangan terkemuka di Inggris. Sebagai bagian dari Grup yang berpengalaman lebih dari 68 tahun di industri asuransi jiwa, Prudential Indonesia berkomitmen untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia.
Prudential Indonesia berkantor pusat di Jakarta dan kantor pemasaran di Medan, Surabaya, Bandung, Denpasar, Batam dan Semarang. Sampai dengan 31 Desember 2016, Prudential Indonesia melayani lebih dari 2,4 juta nasabah melalui sekitar 260.000 tenaga pemasar. Nah tenaga pemasar di prudential itu, berlisensi, jadi sudah berpengalaman. Masih ragu sama prudential? 
Antusias undangan dalam bertanya menandakan kehadiran prudential syariah telah lama dinanti oleh masyarakat khususnya kota Anging Mammiri, Makassar, telihat dari beberapa undangan yang terus tunjuk jari membuat bapak Ahmad Nuryadi, Anggota Dewan Pengawas Syariah, Prudential Indonesia sampai harus melangkah mendekati kursi undangan. Yang juga dibantu oleh bapak Paradikma Subawa, Product Marketing, Prudential Indonesia dalam menanggapi pertanyaan demi pertanyaan dari para undangan. Saking ngantrinya, aq hanya bisa menyimak dan mendapat jawaban atas pertanyaan yang masih terfikir dibenakku tapi sudah dilontarkan oleh bapak yang berada dikursi undangan dengan kopiah putihnya. Pertanyaan bapak itu seakan mewakili pertanyaan calon pengguna asuransi pemula sepertiku,
Bapak tersebut menanyakan, Apakah manfaat PRUprime healthcare syariah apabila dibandingkan dengan produk-produk sebelumnya? 
Bapak Paradikma tersenyum sejenak kemudian menjelaskan sejumlah keunggulan dan manfaat unit apabila dibandingkan dengan produk-produk asuransi jiwa rawa inap sejenis di Indonesia. Beberapa diantaranya: 
  1. Perlindungan komprehensif yang membayarkan biaya rawat inap sesuai tagihan hingga batas nilai tahunan yang telah ditentukan sehingga nasabah bisa lebih fokus terhadap pemulihannya. 
  2. Manfaat yang terus berkembang, dimana Prudential Indonesia akan memberikan penambahan sebesar 10% dari batas manfaat tahunan awal jika tidak ada klaim yang dilakukan selama satu tahun polis berjalan. Penambahan bisa diberikan hingga maksimal 50% sehingga perlindungan terus terjaga walaupun dengan biaya pengobatan yang terus meningkat setiap tahunnya. 
  3. PRUprime limit booster, yaitu sejumlah dana tambahan yang dapat digunakan apabila seluruh batas manfaat tahunan telah dipakai. 
  4. Perawatan dengan sistem pembayaran cashless di rumah sakit rekanan di Indonesia, Singapura dan Malaysia.
  5. Perlindungan secara global, sesuai plan yang dipilih, kecuali di Amerika Serikat, dimana kami akan tetap menanggung biaya perawatan gawat darurat hingga batasan tertentu.
Terjawab bukan? Dan gak sampai disitu aja, ternyata nasabah yang tidak memiliki produk Unit-Linked Syariah/ polis non-syariah, prudential syariah telah memiliki versi konvensional dari PRUprime healthcare syariah yang tersedia. Gimana? masih berfikir untuk mempercayakan asuransi anda kepada PRUprime healthcare syariah?

Tanpa terasa waktu telah menunjukkan pukul 17:30 WITA, itu artinya sesi tanya jawab selesai dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama pak Ahmad dan Pak Paradikma Sumbawa serta tamu undangan tak ketinggalan rekan blogger Makassar. Karena aq harus prepare berwudhu buat sholat maghrib, jadi aq gak ikutan sesi ini. Semoga bisa ketemu lagi y pak Ahmad dan pak Paradikma, katanya sih kalau cuman cerita tanpa bukti berupa foto, ketemuannya hoax hehe. Tapi aq percaya melalui blogq ini, pak Ahmad dan pak Paradikma bisa tahu kalau aq pengen foto bareng sebagai bukti, sesuai dengan motto Prudential yang aq suka banget sebutin, always listening, always understanding.
Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut